Moshi-moshi, come back with me again. Di postingan kedua ini, saya akan membahas tentang pengalaman pribadi, yang mungkin adaptasi dari cerpen saya. So, see my article....
"BAD DAY"
Hari menunjukkan pukul 04.51 am, tapi aku belum beranjak bangun dari tempat tidur, yang memang keadaannya lebih nyaman daripada aku duduk dan segera ke kamar mandi.
''Ci bangun, ga shalat subuh ?'' Itu, kata-kata papaku yang kerap didengar ketika aku bangun kesiangan.
Dengan keadaan setengah sadar aku beranjak dari tempat tidur, mengambil wudhu, dan seterusnya melaksanakan shalat subuh.
Pukul 06.20, aku segera mandi dengan air hangat, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, yang jaraknya pun tak lumayan jauh, dan tidak lupa untuk sarapan terlebih dahulu, dan berharap untuk tidak telat.
07.15, Itu jam masuk sekolahku. Ketika berbaris, saya melihat ada keanehan pada lokal VIII.1, ya memang benar, ternyata ada seorang murid perempuan baru. Spontan aku menoleh kepadanya, dan ia melukiskan seyuman di wajahnya, dan aku hanya bisa berbalik senyum, yang aku tau dia hanyalah murid yang hanya membutuhkan tempat untuk berbaris, bukan untuk kelas. Pagi menjelang siang, ia diminta untuk menduduki kelas VIII.1, semua murid yang ada di lokalku kaget seolah tak percaya dengan apa yang terjadi. Murid baru itu menempati lokal VIII.1, karena ada salah satu teman ku yang ga mau di ajak lulus bareng, ia memilih untuk berhenti ditengah perjuangannya
VIII.1 melewati hari-harinya dengan ada seorang murid baru. Pada awalnya hanya biasa-biasa saja, sampai akhirnya salah satu temanku tidak suka dengan kehadiran murid baru itu.
Bel pelajaran akhir sudah berteriak, kami bergegas memasuki kelas, ternyata kami belajar di labor IPA. Ketika di labor IPA, ibu guru meminta kami membentuk kelompok seperti biasanya. Sama halnya dengan murid baru tadi, ia juga masuk kedalam kelompok CIRAKIDEKI. Itu kelompok ku yang namanya terdiri dari gabungan nama kami berlima, Suci, Dira, Ricky, Ade, Dicky. Dicky yang lebih memilih berhenti ditengah jalanpun digantikan dengan kehadiran sosok anak baru
Pada awalnya biasa biasa saja, sampai salah satu anggota kelompokku berinisiatif untuk membuat keluhan hatinya pada selembar kertas. Ia mulai menggores kan tinta hitam miliknya kepada selembar kertas itu, setelah selesai, ia juga menyuruh anggota lainnya untuk ikut menyampaikan keluhan hatinya pada kertas itu, pada awalnya kami menolak, namun akhirnya kami membuat dengan kata yang pendek. Sampailah digiliran anak baru itu, ia memberikan kertas itu pada guru kami. Kami sekelompok mendapatkan ''MASALAH''. Yang mengakibatkan dari pertengahan pelajaran sampai akhir kami berdiri di depan labor.
Sehabis jam pelajaran, kami sekelompok diminta untuk masuk ke ruang guru, untuk menyelesaikan masalahnya. Yang menguntungkan bagi kami, guru yang tinggal hanya beberapa orang. Kami mulai masuk ke ruang guru, dengan keadaan yang tidak baik, muka yang pucat, kaki yang bergemetaran. Disana kami menjelaskan yang terjadi. Tidak halnya denganku, aku sangat takut, pikiranku melayang-layang entah kemana, di tengah tengah suasana yang menegangkan, aku mulai menangis. Yang ku pinta hanya satu "TUHAN, bisakah kau suruh langit untuk menurunkan hujan dan gemuruh, aku ingin menangis tanpa terlihat dan berteriak tanpa didengar" Just it !
Dan memang, hari turun hujan walau hanya sebentar, masalah yang terjadi hanya karna kurangnya komunikasi antara murid baru dengan kami, yang mengakibatkan NEGATIVE THINKING. Para guru mulai memberikan nasehat nasehatnya kepada kami, tak terkecuali dengan aku yang hanya ikut ikutan. Banyak pesan moral yang bisa aku ambil dari nasehat-nasehat guruku tadi, salah satunya aku hanya harus jadi diri ku sendiri, aku harus punya pendirian, dan jangan sampai goyah terhadap hal apapun. Terutama juga untuk anak baru itu, jika mempunyai masalah seharusnya bisa diselesaikan terlebih dahulu secara kekeluargaan. Finally, guru guru meminta kami untuk saling bermaafan, dan tidak mengulangi kesalahan yang serupa. Hanya saja aku tidak lupa dengan kejadian itu, kejadian dimana aku masuk kantor karna kesalahan yang aku perbuat.
Tak lama aku dan teman yang lain pulang dengan wajah yang merah, berharap bisa melupakan kejadian yang benar-benar membuatku speechless. Aku yang dijemput papa ku pun, mulai menceritakan yang terjadi ketika perjalanan pulang. Hari itu semua masalahnya CLEAR! dan berharap esoknya tidak ada membahasnya lagi. Cause it problem, very hard to me.
THANKS GOD, GIVE ME THE PROBLEM, I CAN LEARN A LOT OF IT.
THE END.....
Sekian tulisan saya, jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Jangan pernah bosan untuk menunggu postingan saya selanjutnya. Don't forget to leave a trail ya guys. See you at the next posts. Arigatou gozaimasu
THE END.....
Sekian tulisan saya, jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Jangan pernah bosan untuk menunggu postingan saya selanjutnya. Don't forget to leave a trail ya guys. See you at the next posts. Arigatou gozaimasu