Senin, 05 Desember 2016

POSTINGAN KEEMPAT

  Aisatsu guys....
   Setelah nge-post postingan ketiga kemaren, kali ini bakal lanjut ke postingan keempat, dengan jari-jari gw yang mau rontok. 
   Kali ini bahasannya spesial, karna menyangkut tempat tinggal gw. Tempat dimana sebagian waktu gw dihabiskan dan dibesarkan disini. Namanya tempatnya MANINJAU.
 Bicara tentang maninjau, pasti terbesit dipikiran kalian dengan "DANAU"nya

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi         Sumatera barat. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Maninjau  merupakan danau vulkainik .berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut.
Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding.Menurut legenda di Ranah Minang keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan. Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia
 Gimana sugoi ? Of course, pake banget malahan
Bicara tentang objek wisata, keindahan alam MANINJAU ini sangat mendukung lho, cocok bagi pencinta alam, traveller, yang butuh hiburan dan liburan

Disamping dengan keindahannya pun, Danau Maninjau itu memiliki kekayaan alam dan dari hasilnya kita dapat menikmati ''KULINER KHAS MANINJAU" yang pastinya "OISHII".
 Adapun budaya dan kesenian di Maninjau :
1. Tambua
Tambua adalah salah satu alat musik pukul asli dari Minangkabau
2. Rakik-rakik
 Rakik-rakik ini dibuat untuk merayakan hari besar umat islam yakni "HARI RAYA IDUL FITRI"
Dan rakik-rakik ini akan diluncurkan ketika malam takbiran. Orang yang melihatnya pun bukan hanya penduduk setempat, tapi juga dengan para perantau
   Namun semuanya kini hanyalah tinggal sebuah cerita, dengan kondisi danau Maninjau yang bisa dibilang menyedihkan.
   Kala berada di tepian danau, tiupan angin menebarkan bau amis. Air bening dan biru, dari dekat terlihat kehijauan dan keruh.
Dasar danau tak terlihat, apalagi pasir putih, sudah tertutup dengan kotoran ikan dan sisa pakan keramba jala apung yang tersebar di sekeliling danau.
Air danau juga membuat gatal hingga orang tak berani mandi. Kalau masuk ke danau, kaki akan terperangkap lumpur sisa pakan dan ikan mati.
   Sekarang masyarakat sekitar hanya bisa pasrah, meratapi nasib danau yang kian memburuk, mereka berharap bahwa musibah ini berhenti terjadi, dan melanjutkan mata pencaharian mereka yang memang rata rata berKERAMBA. Namun, ini semua bukan hanya kehendak ALLAH, tak terkesamping dengan ulah manusia. Berharap bahwa esok hari danau Maninjau bisa terselamatkan agar generasi generasi berikutnya dapat menikmati indahnya Danau ini.
   Segitu dulu postingan keempat dari gw, dari tadi gw stay on pc mulu, kan keliatan banget jonesnya, tunggu ya postingan selanjutnya, ARIGATOU atas kunjungannya, and Jaa ne...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar